Kata Pengantar

Kata Pengantar Dari Penyusun

Hb Umar Dan Penyusun di Riyadh

Hb Umar Dan Penyusun di Riyadh

 Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw, Muhammad bin Abdullah dan juga para keluarga, karabat, sahabat dan para pengikutnya yang setia kepada ajaran-ajarannya. Amma ba’du

Alhamdulillah dengan berkat dan rahmat-Nya buku ini yang berjudul “Fiqih Nabi” dapat diselesaikan dengan baik. Kitab ini merupakan saduran dari kitab Ad-Durusul Fiqhiyyah halaqah keempat karya Habib Abdurahman bin Saggaf Assagaf. Kitab ini disusun secara sistimatis, terperinci dan lengkap dalam membahas tata cara beribadah dari mulai Bab Thaharah, Bab Shalat, Bab Jenazah, Bab Zakat, Bab Puasa, sampai ke Bab Haji untuk diperaktekan dalam kehidupan sehari-hari. Disertai dasar-dasar hukumnya dari al-Qur’an dan al-Sunnah, begitupun Ijma’ dari umat Islam dan kiyas. Disajikan secara mudah dan gampang menurut madzab Imam Syafi’e

Dalam menyelesaikan buku ini, kami banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan keterangan, data-data, waktu, tenaga dan pemikiran demi terselesaikannya buku ini.

Akhirnya, tiada sesuatu yang sempurna kecuali kesempurnan-Nya, meskipun dalam penyusunan buku ini kami telah mencurahkan semua kemampuan, namun kami sangat menyadari bahwa hasil penyusunan buku ini jauh dari sempurna dikarenakan keterbatasan ilmu dan kemampuan kami. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran serta kritik yang membangun dari pembaca.

Terima kasih,

Hasan Husen Assagaf

Riyadh, 01 Muharram 1433 H

              26 November 2011

Posted on Desember 3, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh,
    alhamdulillah banyak sekali manfa’at dari tulisan tuan ini. bolehkan kami mengcopy dan menyebarkannya kepada ummat untuk menghindari kesalahan-kesalahan dan keraguan-keraguan orang yang ingin beramal tetapi karena sedikitnya halaqoh-halaqoh ilmu fiqih (terutama) disebagian tempat sehingga kebanyakan orang terkesan hanya ikut-ikutan beramal, kadang timbul perasaan dalam hati “adakah dalil dari amal ibadah (sholat terutama ) yang saya lakukan selama ini?”. dan untuk menghindari sebagian orang yang cepat menuduh amalan orang diluar kelompoknya sebagai amalan bid’ah, sesat, tidak shohih,tidak ada dalilnya dll.
    wassalam.

  1. Ping-balik: Fiqih Aswaja: dari Buku “Fiqih Nabi” | bambangbelajar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: