a- Sholat Tarawih

a- Sholat Tarawih

Shalat tarawih hukumnya mustahab (sunah) menurut ijma’ ulama,

عَنْ أَبِي هرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُهُمْ في قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أنْ يَأمُرَهُمْ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه الشيخان)

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw pernah menggalakkan sahabatnya berqiam Ramadhan tanpa menyuruh mereka dengan kesungguhan (ini menunjukkan bukan suatu kewajiban), lalu beliau bersabda: “Barangsiapa menegakkan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah, niscaya diampuni dosa yang telah lalu.” (HR Muttafaqun ‘alaih).

Adapun bilangan raka’atnya adalah 20 raka’at dengan sepuluh salam, dianjurkan agar dilakukannya berjama’ah. Hal ini dilakukan oleh Sayyidina Umar bin Khattab ra melihat Muslimim shalat di masjid pada malam bulan Ramadhan, maka sebagian mereka ada yang shalat sendirian dan ada pula yang shalat secara berjama’ah

عَنْ السَائِبِ بِن يَزِيْد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ : أَنَّ عُمَرَ بنَ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ جَمَعَ النَّاسَ فِي رَمَضَانَ عَلَى أُبَيِّ بنِ كَعبٍ (البخاري)

Dari as-Saib bin yazid ra, ia berkata: sesungguhnya Umar bin Khattab mengumpulkan manusia di bulan Ramadhan dalam satu jama’ah dan dipilihlah Ubai bin Ka’ab ra sebagai imam (Shahih Al-Bukhari).

Perbuatan ini disetujui oleh seluruh shahabat Nabi saw dan waktunya setelah shalat isya’ sampai fajar menyingsing sama dengan waktu shalat witir.

عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : كَانُوا يَقُومُونَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً ، قَالَ : وَكَانُوا يَقْرَءُونَ بِالْمِائَتَيْنِ ، وَكَانُوا يَتَوَكَّئُونَ عَلَى عِصِيِّهِمْ فِي عَهْدِ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ مِنْ شِدَّةِ الْقِيَامِ (البيهقي بإسناد صحيح)

Ada lagi hadits dari as-Saib bin Yazid ra, ia berkata ”sesungguhnya mereka beshalat pada masa Umar bin Khattab ra di bulan Ramadhan 20 raka’at. Ia berkata: mereka membaca 200 ayat dan pada masa Ustman bin Affan ra ada yang shalat sambil bersender kepada tongkat tongkat mereka karena lamanya qiam. (HR al-Baihaqi dengan sanad shahih)

Posted on Februari 29, 2012, in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: