Sunah-Sunah Jum’at

Sunah-Sunah Jum’at

  • Mandi sebelum pergi sholat jum’at, waktunya mulai masuknya fajar hari jum’at dan sebaiknya di siang hari sebelum masuk waktu shalat, sesuai dengan hadist Rasulallah saw yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau bersabda ”Siapa yang datang kepadanya hari Jum’at, maka madilah” (HR Bukhari Muslim)
  •  Memakai siwak atau sikat gigi, memotong kuku, membersihkan rambut, memakai minyak wangi dan memakai pakaian yang baik dan bersih, sesuai dengan hadist Rasulallah saw yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra ” Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, memakai siwak, memakai minyak wangi jika dia memilikinya, memakai pakaian yang terbaiknya kemudan mendatangi mesjid sementara dia tidak melangkahi pundak-pundak orang lain sehingga dia ruku’ (shalat) sekehendaknya, kemudian mendengarkan imam pada saat dia berdiri untuk berkhutbah sehingga selesai shalatnya maka hal itu sebagai penghapus dosa-dosa yang terjadi antara jum’at ini dengan hari jum’at sebelumnya (HR Abu Dawud dan Ahmad dengan isnad shahih)
  • Menuju masjid sebelum waktu kecuali imam, sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulallah saw bersabda: ”Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at yang sama seperti mandi janabah kemudian bersegera pergi ke mesjid maka dirinya seakan telah berkurban dengan seekor unta yang gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada masa kedua maka dia seakan berkurban dengan seekor sapi, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang ketiga maka dia seakan telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang keempat maka dia seakan telah berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi ke mesjid pada saat yang kelima maka dia seakan telah berkurban dengan sebutir telur, dan apabila imam telah datang maka para malaikat hadir mendengarkan zikir (khutbah).” (HR Bukhari Muslim)
  • Berjalan kaki menuju masjid jika tidak ada udzur dan dengan tenang (tidak terburu-buru), sesuai dengan hadist Nabi saw ” “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at, bersegera pergi (menuju masjid) dengan berjalan kaki tanpa berkendaraan, mendekat kepada imam, diam dan tidak berkata-kata sia-sia : maka baginya pada setiap langkahnya itu pahala amal setahun, (yaitu) puasa dan shalatnya”. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi)
  • Memperbanyak membaca shalawat atas Nabi saw sepanjang hari Jum’at atau pada waktu malamnya, berdasarkan sabda Nabi saw  yang diriwayatkan dari Aus bin Aus: ”Hari terbaik kalian adalah hari jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat bagiku sebab shalawat kalian didatangkan kepadaku”. (HR an-Nasai’)
  • Membaca surat al-Kahfi di hari jum’at, sesuai dengan hadist Rasulallah saw yang diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri ra bahwa Rasulallah saw bersabda: ”Barangsiapa yang membaca surat Al-kahfi pada hari jum’at maka sinar akan memancar meneranginya antara dua jum’at”. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi)
  • Disnunahkan bagi imam membaca surat Al-Jumu’ah di raka’at pertama dan surat Al-Munafiqun di raka’at kedua, atau membaca “Sabihisma robikal a’la” di raka’at pertama dan “Al-Ghasyiah” di raka’at kedua.

Dari Abi Raafi’ ra, ia berkata: Marwan mangangkat Abu Hurairah sebagai gubernur kota Madinah. Abu Hurairah berangkat ke Makkah, kemudian shalat jum’at. Ia membaca pada raka’at pertama surat Al-jumu’ah dan surat Al-Munafiqun pada raka’at kedua. Abu Raafi’ berkata: Aku dapatkan Abu Hurairah ketika selesai shalat. Lalu aku berkata kepadanya: ”sesungguhnya kamu telah membaca dua surat dimana Ali bin Abi Thalab ra membacanya juga sewaktu berada di Kufah” Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulallah saw membaca juga kedua surat tsb pada hari jum’at”:  (HR Muslim)

Dari a-Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: ”sesungguhnya Rasulallah saw membaca (Sabihisma rabbikal a’la) dan (Hal ataka hadistul ghasyiah) pada hari Raya dan hari jum’at. Dan jika hari raya dan hari jum’at jatuh pada hari yang sama beliau juga membaca kedua surat tsb dalam kedua shalatnya (Hari Raya dan Jum’at) (HR Muslim)   

  • Memperbanyak do’a di hari Jum’at karena pada hari itu terdapat saat terkabulnya do’a, yaitu saat saat di mana tidaklah seorang hamba meminta kepada Allah kecuali akan dikabulkan permohonannya, sesuai dengan hadist Rasulallah saw yang diriwatkan Abi Hurairah ra bahwa beliau bersabda: Sesungguhnya pada hari jum’at terdapat satu saat tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah suatu kebaikan kecuali Allah memberikannya, dan saat tersebut sangat sedikit. (HR Bukhari Muslim)

Posted on Februari 29, 2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: