Syarat Sahnya Sholat Jum’at

Syarat Sahnya Sholat Jum’at

  1. Harus dilakukan di masjid Jami’, bukan di tanah lapang
  1. Harus dilakukan berjama’ah sedikitnya 40 orang laki-laki, merdeka penduduk negeri (daerah).

Sesuai dengan riwayat Abdurahmam bin Ka’ab bin Malik ra dari ayahnya, ia berkata ”Sesungguhnya orang yang pertama mengumpulkan untuk shalat jum’at di Madinah adalah Sa’ad bin Abi Zararah sebelum hijrahnya Nabi saw ke Madinah di satu tempat di Naqie al-Khadhmat. Kemudian ditanya ”berapa bilangan kamu pada saat itu?” Ia menjawab ”40 laki-laki”. (HR Abu Dawud dan al-Baihaqi dengan isnad shahih).

Jadi, tidak ada hadist yang menetapkan bahwa shalat jum’at dilakukan kurang dari 40 orang laki laki.

  1. Shalat Jum’at dan khuthbahnya harus dilakukan setelah masuk shalat Dhuhur, sesuai dengan hadist Rasulallah saw dari Anas ra sesungguhnya Rasulallah saw bershalat Jumat ketika matahari bergelincir (HR Bukhari)
  1. Harus didahulukan dengan khutbah pertama dan kedua, sesuai dengan hadist Rasulallah saw dari Ibnu Umar ra ia berkata ”sesungguhnya Rasulallah saw berkhutbah di hari Jumat dengan dua khuthbah dan duduk antara keduanya” (HR Bukhari Muslim)
  1. Masjid jami’ yang didirikan shalat jum’at harus tidak berdekatan dengan masjid jami’ lainnya di satu kampung, kecuali di kota besar yang penduduknya banyak dan masjid itu tidak bisa lagi menampung jama’ahnya.

Posted on Februari 29, 2012, in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: