Sholat sunnah bukan rawatib Tidak Dilakukan Berjama’ah

1- Sholat sunnah bukan rawatib Tidak Dilakukan Berjama’ah

Ada beberapa shalat sunah bukan rawatib yang tidak dilakukan secara berjama’ah, diantaranya:

a- Shalat Wiitir  

Hukumnya shalat ini mustahab (sunah) dan tidak dianjurkannya berjama’ah, waktunya setelah shalat isya’ sampai fajar menyingsing. Shalat witir boleh dilakukan satu raka’at, boleh tiga raka’at dan sempurnanya 11 raka’at,. Shalat witir bukan satu keharusan seperti shalat 5 waktu, tapi ia merupakan sunah

Dari Thalhan Ubaidillah ra., ia berkata: Seseorang dari penduduk Najed tiba-tiba ia bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) salat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah salat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan salat sunat. Orang itu bertanya lagi tentang zakat dan puasa, dan akhirnya ia berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda:…selanjutnya

b- Shalat Dhuha

Shalat ini hukumnya sunah, sedikit dua raka’at dan sempurnanya 8 raka’at, dan waktunya setelah terbit matahari sampai tergelincirnya matahari,

Dari Abu Dzarr ra, bahwa Rasulullah saw bersabda: Setiap sendi seorang di antaramu adalah sadaqah, maka satu tasbih (subhanallah) adalah sadaqah, setiap satu tahmid (alhamdulillah) adalah sadaqah, setiap satu tahlil (la ilaha illallah) adalah sadaqah, setiap amar ma’ruf adalah sadakah dan setiap nahi munkar adalah sadakah. Dan dua raka’at shalat dhuha sudah cukup untuk menggantikan semua itu.” (HR Muslim)

Hadits Rasulallah saw dari Ummu Hani binti Abi Thalib bahwa Rasulallah saw shalat dhuha 8 raka’at (HR Bukhari Muslim)

Do’a setelah shalat dhuha ..selanjutnya

c- Shalat Tahiyyatul Masjid

Shalat tahiyatul masjid ialah shalat yang dilakukan disaat memasuki masjid sebelum duduk kapan saja memasukinya tanpa kecuali siang atau malam. Shalat ini hukumnya sunah.

Sesuai dengan sabda Rasulallah saw: ”Jika sesorang dari kalian memasuki masjid maka jangalah ia duduk sebelum melakukan shalat dua raka’at” (HR Bukhari Muslim) ..selanjutnya

 

d- Shalat Setelah Wudhu

Shalat ini hukumnya sunah, dilakukan dua raka’at setelah wudhu dan waktunya kapan saja. Shalat ini sangat besar pahalanya.

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulallah saw bersabda kepada Bilal: “Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku suatu amalan paling engkau harapkan pahalanya yang engkau amalkan dalam Islam, karena sesungguhnya aku mendengar suara ..selanjutnya

e- Shalat Istikharah (Minta Petunjuk)

Shalat istikharah hukumnya sunah dilakukan dua raka’at sewaktu seseorang Muslim ingin melakukan sesuatu pekerjaan yang penting dalam hidupnya dan ia bimbang melakukanya, lalu ia memohon kepada Allah pentunjuk yang baik.

Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata: bahwa Rasulallah saw mengajarkan kita shalat istakharah dan do’a istikharah sebagaimana beliau mengajarkan kita pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan sabdanya ”Jika sesorang diantara kalian ingin melakukan pekerjaan penting maka bershalatlah dua raka’at dan bacalah do’a :…selanjtutnya

f- Shalat Tahajjud

Allah berfirman; “Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (Al Isra’ : 79).

Shalat tahajjud atau shalat malam adalah sunah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa dan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Shalat ini termasuk ibadah yang berat, karena di saat kita terlelap tidur dan masih mengantuk kita harus bangun untuk shalat. Waktunya yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah.…selanjutnya

g- Shalat Tasbih

Shalat tashbih adalah sunah. Pendapat ini dikemukakan oleh sebagian ulama penganut mazhab Syafi’e. Dinamakan tasbih karena pelaku shalat akan membaca kalimat tasbih “Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar” sebanyak 300 kali yang dilakukan sebanyak 4 raka’at, setiap raka’at 75 kali tasbih. Shalat ini diajarkan Rasulullah saw kepada pamannya yakni Abbas bin Abdul Muthallib ra. Hikmah shalat ini adalah dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, tentu saja jika dilakukan dengan hati yang ikhlas.…selanjutnya

h- Shalat Awwabin

Sholat Awwabin adalah sunah. Awwabin sendiri berasal dari bahasa Arab yang bererti orang yang sering bertaubat. Cara Mengerjakan sholat awwabin sama seperti sholat sunah yang lain. Niat untuk mengerjakan sholat awwabin “Aku niat shalat sunah awwabin dua rakaat kerana Allah Ta’ala”

Menurut Imam Syafi’i shalat ini dilakukan antara shalat maghrib dan isya’ sebanyak 2 raka’at, atau 4 rakaat atau enam rakaat, atau sebanyak 20 rakaat dengan satu salam setiap dua raka’at.…selanjutnya

i- Shalat Hajat

Bila seorang Muslim mendapatkan masalah dalam sesuatu perkara baik berupa kesulitan atau hajat tertentu maka dianjurkan agar minta pertolongan dari Allah dengan mendirikan sholat hajat dua raka’at.

Hal ini selalu dilakukan Imam Bukhari, beliau sering melakukan sholat dua raka’at sebelum meletakkan sesuatu hadits dalam kitabnya. Jadi, sholat dua raka’at sebelum melakukan sesuatu atau untuk meminta sesuatu merupakan amalan orang soleh. Caranya berniat, lalu shalat dua raka’at sama seperti shalat sunah lainya dan waktunya kapan saja, kemudian memohon hajatnya disaat sujud atau setelah shalat…selanjutnya

 

j- Shalat Sunah Ihram

Shalat sunah ihram bukan sebagai syarat sahnya ihram, tapi hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama. Adapun caranya adalah dengan wudhu dan shalat dua rakaat di miqat kemudian niat dalam hati apa yang ingin dilakukan dari haji atau umrah dan melafazkan hal tersebut dengan mengucapkan, “Labbaik Allahuma umratan ” jika untuk umrah saja, atau “Labbaik Allahumma hajjatan ” jika ingin haji saja, atau “Labbaik Allumma hajjan wa ‘umratan” jika ingin melaksanakan haji dan umrah sekaligus seperti dilakukan Nabi saw dan para sahabatnya, kemudia membaca talbiyah (Labaikallahuma labaik).…selanjutnya

 

k- Shalat Setelah Thawaf

Sesuai dengan syari’at Islam bagi orang yang masuk Masjidil Haram baik untuk haji atau umrah adalah memuali dengan thawaf dan setelah selesai thawaf disunahkan shalat dua raka’at dengan satu salam di muka maqam Ibarahim.

Allah berfirman: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.” al-Baqarah 125

Posted on November 28, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: